PROXMOX SNAPSHOT AND BACKUP

Proxmox VE adalah platform virtualisasi lengkap open source yang menggabungkan KVM virtualisasi penih dengan virtualisasi berbasis kontainer dari OpenVZ. Dengan snapshot salah satu ftur di Proxmox VE dapat digunakan menjaga mesin virtual dan me-rollback kapan saja. Snapshot meruapakan tools yang berfungsi sebagai check point atau seperti sistem Restore pada Windiws. Sehingga apaila dibuat sebuah titik check point kemudian dilakukan perubahan VM seperti install, update, upgrade aplikasi, dll. Kemudian misalkan terjadi error selama proses tersebut maka dengan keadaan tersebut dengan fungsi snapshot dapat dikembalikan suatu keadaan VM ke titik yang dibuat sebelumnya. Penjelasan tadi dapat diilustrasikan seperti gambar berikut.

Backup merupakan salah satu fitur penting di dunia virtualisasi, Proxmox VE menggunakan tools VZDump merupakan tool yang dapat digunakan untuk membuat snapshot dari VM (OpenVZ dan KVM) yang sedang berjalan. VZDump pada dasarnya membuat arsip tar dari folder provate di VM, yang tentunya termasuk file konfigurasi.
Ada beberapa cara untuk memperoleh backup :
Stop : Stop VM saat backup (downtime yang sangat lama).
Suspend : Menggunakan suspend/resume (minimal downtime dengan OpenVZ, downtime lama dengan KVM)
Snapshot : Menggunakan LVM2
VZDump menyimpan backup di disk dalam satu file. File ini yang selanjutnya masuk ke backup tape untuk diarsipkan.
Berikut adalah beberapa langkah untuk melakukan snapshot dan backup pada Proxmxo VE :
Login ke halaman web Proxmox melalui web Browser menggunakan username dan password yang sudah ditentukan
Lakukan snapshot pada salah satu VM di Proxmox sebagai contoh VM 102 ‘WindowsServer’.VM (‘WindowServer’) > Snapshot > Take Snapshot.
Sebagai contoh coba malakukan instalasi aplikasi di VM misalkan ‘OpenOfice’.
Lakukan kembali snapshot untuk keadaan VM pasca instalasi software OpenOffice.
Rollback kembali VM ke keadaan sebelum instalasi software ‘OpenOffice’. Datacenter > Snapshot > ‘preinstalloffice’ > Rollback.
Aktifkan content backup pada storage lokal agar dapat menampung file backup VM. Datacenter > Storage > local > Edit.
Backup salah satu VM yang ada di Proxmox sebagai contoh VM ‘SUSE’. VM (‘SUSE’) > Backup > Backup Now.
Selamat mencoba sob 🙂

PROXMOX CLONE AND CONVERT VM TO TEMPLATE

Ada banyak beberapa cara untuk membangun Virtual Machine Proxmox VE. Bisa dilakukan dengan membangun VM dengan install melalui DVD-ROM, ISO File, Deploy VM menggunakan template dan lain-lain. Clone merupakan salah satu teknik membangun sebuah VM. Pada prinsipnya teknik ini adalah mengkopi VM yang sudah ada kemudian menjadi sebuah VM yang baru. Salah satu alasan clone VM karena menginstall VM dari awal sangat memakan waktu dari proses instalasi sistem operasi VM. Maka dari itu untuk menghemat waktu dengan menggunakan clone kita bisa mengkopi VM dengan sistem operasi yang sudah ada.
VM yang dilakukan cloning dinamakan parent. Ada dua tipe clpne VM di Proxmox VE, yaitu full clone dan link clone. Full clone adalah VM yang beridiri sendiri setelah berhasil dalam proses cloning. Karena dengan teknik ini VM hasil clone tidak berbagi virtual disk dengan parent VM. Sedangkan linked clone adalah VM yang terbat dari proses snapshoot parent VM. Semua file yang tersedia pada parent VM pada saat melakukan snapshoot akan tersedia juga pada linked clone VM. Linked clone VM harus terhubung dengan parent VM tanpat itu linked clone tidak akan bisa diaktifkan.
Sedangkan convert to template adalah mengkonversikan bentuk KVM ke dalam bentuk template yaitu VM yang hanya difungsikan untuk mengkloning VM baru.
Berikut adalah beberapa langkah untuk melakukan clone VM dan convert to template :
Login ke halaman web Proxmox VE dengan menggunakan browser masukkan usernama dan password yang sudah ditentukan.

Lakukan clone pada salah satu VM, klik kanan > pilih “clone”.
Tentukan VM ID, nama, target storage, dan format disk dari VM.
Convert to template dari salah satu VM. Klik kanan, pilih “Convert to template”.
Buat sebuah linked clone dari template VM. klik kanan pada template VM, pilih clone.
Tentukan VM ID, dan name linked clone VM.

kemudian aktikan VM dari hasil linked clone
Selamat mencoba ya 🙂