VMWare Clone

Assalamualaikumwarrohmatullohiwabarokatuh para pembaca 🙂

Ada banyak beberapa cara untuk membangun Virtual Machine di vSphere. Bisa dilakukan dengan membangun VM dengan install melalui DVD-ROM, ISO File, Deploy VM menggunakan template dan dalam pembahasan postingan kali ini tentang Clone. Dari namanya kita pasti sudah tahu bahwa teknik clone adalah dengan mengkopi VM yang sudah ada didalam vSphere kemudian dapat kita bangun sebuah VM yang baru. Kenapa menggunakan clone? karena menginstall VM dari awal sangatlah memakan waktu dari proses instalasi sistem operasi VM, maka dari itu untuk menghemat waktu dengan menggunakan clone kita bisa mengkopi VM dengan sistem operasi yang sudah ada.

VM yang dilakukan cloning dinamakan parent. Ada dua tipe clone di VMWare, yaitu Full Clone dan Link Clone. Full Clone adalah virtual machine yang berdiri sendiri setelah berhasil dalam proses cloning karena dengan teknik ini VM hasil clone tidak berbagi virtual disk dengan parent VM. Secara umum clone dengan teknik Full lebih baik dari Link, namun agak sedikit memakan waktu lebih lama dalam proses cloningnya. Sedangkan Link Clone adalah VM yang terbuat dari proses snapshot parent VM (lihat disini untuk snapshot). Semua file yang tersedia pada parent VM pada saat melakukan snapshot akan tersedia juga pada link clone VM. Link clone VM harus terhubung ke parent VM tanpa itu link clone tidak akan bisa diaktifkan. Kelebihannya adalah proses cloningnya yang lebih cepat, lebih mudah berbagi VM dengan user lain, dll. Sebagai catatan teknik Clone hanya bisa dilakukan di vCenter saja.
Berikut adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan cloning, antara lain :
Klik kanan pada VM yang akan dilakukan clone, klik ‘Clone’. Kemudian akan muncul jendela konfigurasi seperti gambar dibawah ini.
Sebagai contoh saya clone VM ‘ubuntu’ dengan nama ‘ubuntu lagi’. Klik ‘Next’ konfigurasi selanjutnya adalah memilih cluster yaitu sebagai contoh pada cluster ‘percobaan’.
Bila muncul peringatan ‘Validation succeced’ maka cloning dapat dilakukan. Klik ‘Next’ akan muncul tahapan selanjutnya adalah memilih datastore yang akan ditempati oleh VM clone ini.
Untuk efisiensi penggunaan datastore lebih baik menggunakan format virtual disk ‘Thin provisioning’. Bila muncul notifikasi ‘Validation succeded’ kita bisa lakukan klik ‘Next’.
Konfigurasi selanjutnya hanya dimintakan apakah selesai proses clone VM ini akan di power on kan atau tidak, beri tanda centang untuk mengaktifkan. Klik ‘Next’ apabila semua konfigurasi sudah dilakukan maka klik ‘Finish’.
Gambar diatas adalah hasil dari proses cloning.
Semoga bermanfaat pagi para pembaca 🙂
Wassalamualaikumwarrohmatullohiwabarokatuh.

VMWare High Availability (HA)

Di dunia virtualisasi pasti kita sering dengar istilah ‘High Availability’. Secara sederhana HA adalah kondisi dimana sistem selalu aktif/up (diusahakan selalu up), meminimalkan kemungkinan tejadinya downtime dan single-point-of-failure.
VMWare yang terdapat feature HA memungkinkan virtual machine didalamnya telah terproteksi dari kegagalan mesin fisik. Syarat agar feture HA bisa dilakukan adalah adanya Shared Storage Server yang menampung semua VM yang dijalankan pada Hypervisor ESXi.

Sebagai contoh kasus saya punya dua Host vSphere kemudian saya kelompokkan menjadi satu cluster. Host 1 dengan IP 10.10.56.200 dan Host 2 dengan IP 10.10.56.201. Untuk mengaktifkan HA dilakukan pada saat pertama kali membuat cluster Host, yaitu dengan memberi tanda ceklist di ‘Turn On vSphere HA.
Kemudian pada opsi vSphere HA disitu kita diharuskan memilih untuk konfigurasi pengaktifan HA berdasarkan beberapa faktor. ‘Host failures the cluster tolerates’ yaitu batas toleransi Host yang masih aktif sehingga HA masih dapat dilakukan bila ada Host Failure. ‘Percentage of cluster resources reserved as failover space capacity’ merupakan batas persentasi ketersediaan resource suatu host bila ketersediaan resource semakin kecil melebihi batas yang ditentukan maka HA aktif. ‘Specify failover hosts’ penetapan spesifikasi khusus untuk failover. Dalam kasus ini saya memilih dengan cara ‘Host failures the cluster tolerates’ dengan nilai 1 karena hanya terdapat 2 host sehingga HA bisa aktif apabila ada satu Host yang masih aktif.
Klik OK, lihat summary dari masing-masing host dalam cluster bila HA aktif akan seperti pada gambar dibawah ini.

Kemudian saya lakukan test pada VM yang bernama ‘ubuntu lagi’ yang awalnya pada host 10.10.56.200 saya lakukan power off secara tiba-tiba pada host tersebut.
dan beberapa saat kemudian VM tersebut otomatis pindah ke host 10.10.56.201, seperti pada gambar dibawah ini.
Sebagai catatan setelah VM berpindah secara otomatis VM akan melakukan restart dengan sendirinya, maka dalam hal ini akan terjadi beberapa saat downtime.

vMotion Change Host

Assalamualaikumwarrohmatullohiwabarokatuh 🙂

Udah tahu kan apa itu vMotion? yup, vMotion itu teknik perpindahan VM dari satu tempat (host/storage) satu ke tempat lainnya dalam keadaan hidup tanpa adanya downtime. Nah, sebelumnya saya sudah membahas tentang vMotion Change Datastore kalo belum baca klik link disini. Untuk sekarang yang akan saya bahas adalah mengenai vMotion VM dari satu host ke host lain tanpa adanya downtime. Berikut prosedurnya :

Klik kanan pada VM yang dilakukan migrasi, klik migrate. Lihat gambar dibawah ini.
Setelah itu akan muncul jendela migrasi host atau datastore, untuk pembahasan postingan kali ini yaitu pada migrasi host.
Pilih host tujuan migrasi dari VM, sebagai contoh pada awalnya VM berada pada host IP 192.168.156.201 kemudian akan dilakukan migrasi VM ke host IP 192.168.156.200. Jika muncul notifikasi Validation Succeded maka migrasi dapat dilakukan. Jika tidak, maka akan muncul pesan error.

Untuk performa lebih baik dalam proses migrasi pilih High Priority, seperti pada gambar dibawah.
Klik Finish, kemudian proses migrasi pun berlangsung. Sekian postingan singkat, semoga bermanfaat.
Wassalamualaikumwarrohmatullohiwabarokatuh 🙂

VMWARE ISCSI

iSCSI telah lama hadir sebagai solusi ekstensi storage lanjuan dari SCSI dan Fibre Channel. Meski saat ini juga telah hadir solusi lain seperti Fibre Channel over Ethernet (FCoE), namun iSCSI masih digunakan secara default sebagai protokol pada mesin-mesin storage server untuk mendistribusikan block storage device yang disediakannya ke jaringan. iSCSI muah diterapkan dan masih menyediakan fitur-fitur yan memanfaatkan lapisan diatas TCP/IP untuk mendukung prosedur keamanan koneksinya.

Di dunia virtualisasi share storage mungkin bisa dikatakan wajib diimplementasikan karena keperluan space yang cukup besar. VMWare juga mendukung iSCSI sebagai protokol share storage. Coretan saya kali ini akan membahas mengenai membangun iSCSI didalam VMWare. Langkah-langkah untuk membangun iSCSI adalah seperti berikut.
Pertama login ke VMWare vSphere atau vCenter menggunakan VMWare vClient atau web client. Kemudian masuk ke menu Configuration > Storage Adapter dan tambahkan  iSCSI Software Adapater dengan klik link Add.
Setelah menambahkan iSCSI Software Adapter selanjutnya klik link Properties, kemudian akan muncul jendela pengaturan, antara lain menambahkan VMKernel Port yang terhubung ke storage server pada tab Network Configuration, seperti pada gambar dibawah ini menambahkan 2 VMKernel port.
Di tab Dynamic Discovery koneksikan VMWare ke storage server dengan menginputkan IP address dari storage server dan port secara default adalah 3260.
Selanjutnya di tab Static Discovery akan muncul secara otomatis bila koneksi ke storage server berhasil. Seperti pada gambar berikut.
Langkah berikutnya adalah menambahkan datastore dari koneksi iSCSI yang sudah terhubung, dengan cara masuk ke menu Configuration > Storage. Klik link Add Storage.
Untuk menambahkan storage adalah dengan konfigurasi seperti pada gambar dibawah ini.

Berikut adalah hasil konfigurasi bila iSCSI storage berhasil ditambahkan.